Akibatnya, ada lima luka gigitan buaya yang membuat betisnya terluka dan mendapat 25 jahitan. "Setelah saya digigit celana saya robek, karena terluka dan berdarah saya sekalian merobek celana saya dan membungkus luka bekas terkaman buaya itu, terus saya langsung pulang," ungkapnya. Saat kejadian, dia sebenarnya mencari sayur pappa bersama istri Dengan melakukan itu, para gajah justru membantu memerangi perubahan iklim. Saat berjalan dengan susah payah melalui hutan hujan lebat di Afrika Barat dan Tengah, gajah hutan meninggalkan jejak Akhirnya, buaya diajak ke tepian danau yang sangat luas oleh anak kambing tersebut. Dan benar saja, di sana sudah ada anak gajah yang besar. Akhirnya, buaya langsung mengejar dan kemudian menggigit kaki anak gajah tersebut. Namun, kulit gajah sangat tebal sehingga itu tidak dapat melukainya. Anak gajah pun berteriak dan meminta tolong kepada Buaya terus saja berusaha menjatuhkan anak Gajah itu, tapi sayang tetap tidak bisa. Mendengar teriakan anaknya, sekumpulan Gajah mendatangi dan menginjak Buaya itu sampai tidak bisa bernafas. Buaya itu tidak bisa melawan, karena ukuran ibu Gajah itu sangat besar, ditambah dia juga lemas karena belum makan. Didominasi warna putih dan merah, Lawang Sanga diketahui merupakan salah satu bangunan bersejarah terkait sistem pengiriman upeti pada zaman kesultanan Cirebon. "Tercatat bahwa Lawang Sanga dibangun oleh Pangeran Wangsakerta pada era Sultan Sepuh I Syamsudin Martawijaya tahun 1677 masehi," ujar Lurah Keraton Kasepuhan Cirebon Mohammad Maskun ZOjvh.

cerita gajah dan buaya