CILODONG Majlis Ta'lim Himmatul'Aliyah yang berlokasi di jalan Mandor Samin Kumbang Kav Bri dalam Cilodong Depok, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (25/01/2020). Acara dimulai ba'da isya diawali dengan pembacaan tahlil , kemudian pembacaan Rawi dan Qiyama, oleh jamaah. Acara dibuka oleh Al Habib Muhammad Hasyim Abdullah Bin Fariz Al Kaff,hadir pula AbdulHamid Pasuruan, Al Habib Mundzir bin Fuad Al Musawa (Jakarta), Asy Syekh Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani Al Banjariy (Martapura, Kalsel), KH. Abdullah Syafi'ie Jakarta, KH. Al Muallim Muhammad Syafi'i Hadzami Jakarta, KH. Zainudin MZ (Jakarta), Ust. Jefri Bukhori, KH. Muhammad Arifin Ilham (Jakarta), KH. Syaifudin Amsir (Jakarta), KH. Mengajardi Al-Arabiyah Al-Islamiyah, Gresik tahun 1950-1951. Setelah itu, tahun 1951-1957, bersama Al-habib Zein bin Abdullah Al-kaff, memperluas serta membangun lahan baru, karena sempitnya gedung lama, sehingga terwujudlah gedung yayasan badan wakaf yang di beri nama Yayasan Perguruan Islam Malik Ibrahim. BANGKAPOSCOM - Sosok AL HABIB ALI ZAENAL ABIDIN BIN ALWY AL KAFF mungkin tak asing lagi untuk sebagian orang, namun bagi yang belum tahu, menghimpun biografinya dari berbagai sumber. Habib Ali Zaenal Abidin Alkaff lahir pada tahun 1987. Pria kelahiran Palembang ini dikenal sosok yang murah senyum. Berikut data lengkapnya. 46 Habib Husain Al Hamid. 47. Habib Soleh Bin Muhsin Al Hamid. 48. Habib Abdul Qodir Bil Faqih. 49. Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bil Faqih. 50. Habib Ahmad Bin Husain Ba'bud Habib Abdullah Bin Umar Al Kaff. 74. Habib Sodiq Bin Zen Al Idrusy. 75. Habib Ali Bin Muhammad Syahab. 76. Habib Abdurrohman Mutih. 77. Habib Maulana Maghribi trqK. Al-Habib Ahmad bin Hamid Al-Kaff adalah salah satu ulama besar yang berdakwah di Palembang, Sumatera Selatan. Beliau dikenal sebagai waliyullah yang karomahnya tersembunyi atau disebut wali manakib beliau diceritakan banyak ulama dari penjuru Nusantara belajar kepada beliau. Palembang memang dikenal sebagai kota tempat bermukim dan berdakwah para habib dan ulama besar, demikian pula makam-makam mereka banyak ditemui di Palembang. Nama beliau adalah Habib Ahmad bin Hamid Al-Kaff. Sampai akhir hayat beliau tinggal di Jalan KH Hasyim Asy’ari No 1 Rt 01/I, 14 Ulu Palembang. Beliau lahir di Pekalongan, Jawa Tengah dan dibesarkan di Palembang. Sejak kecil beliau diasuh oleh Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib satu karomah Habib Ahmad bin Hamid Al-Kaff adalah adalah ketika beliau menziarahi orang tua beliau Habib Hamid Al-Kaff dan Hababah Fathimah Al-Jufri di Kampung Yusrain, 10 Ilir Palembang. Dalam perjalanan kebetulan turun hujan deras sekali. Hanya beberapa saat beliau mengibaskan tangan beliau ke langit sambil berdoa. Ajaib, hujan pun diceritakan lagi, hampir setiap pagi buta, Habib Ahmad Al-Atthas menjemput muridnya ke rumahnya untuk salat subuh berjama’ah karena sangat menyayanginya. Saking akrabnya, ketika bermain-main di waktu kecil, Habib Ahmad bin Hamid Al-Kaff sering berlindung di bawah jubah Habib Ahmad Al-Atthas. Ketika usia 7 tahun saat anak-anak lain duduk di kelas satu madrasah Ibtidaiyyah, Habib Ahmad belajar ke Tarim Hadramaut, Yaman bersama sepupunya Habib Abdullah yang akrab dipanggil sana mereka berguru kepada Habib Ali Al-Habsyi. Ada sekitar 10 tahun beliau mengaji kepada sejumlah ulama besar di Tarim. Salah seorang guru beliau adalah Habib Ali Al-Habsyi, ulama besar penulis Kitab Maulid Simtuth Duror. Selama mengaji kepada Habib Ali Al-Habsyi, beliau mendapat pendidikan disiplin yang sangat keras. Misalnya sering hanya mendapatkan sarapan 3 butir kurma. Selain kepada Habib Ali, beliau juga belajar tasawuf kepada Habib Alwi bin Abdullah Shahab. Sedangkan sepupu beliau Habib Endung belajar fiqih dan ilmu nahwu, shorof dan balaghoh. Sepulang dari Hadramaut pada usia 17 tahun, Habib Ahmad Al-Kaff menikah dengan Syarifah Aminah Binti Salim Al-Kaff. Meski usianya belum genap 20 tahun, namun beliau sudah dikenal sebagai ulama yag menjalani kehidupan zuhud dan mubaligh yang membuka majlis ta'lim. Dua di antara murid beliau yakni Habib Alwi bin Ahmad Bahsin dan Habib Syaikhan Al-Gathmir belakangan dikenal pula sebagai ulama dan di Palembang, Habib Ahmad juga berdakwah dan mengajar di beberapa daerah di Indonesia, misalnya madrasah Al-Khairiyah Surabaya. Salah seorang murid beliau yang kemudian dikenal sebagai ulama adalah Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, ulama terkemuka di Jakarta, yang wafat pada tahun 4 Pesan SpritualKetinggian ilmu dan kewalian Habib Ahmad al-Kaff diakui oleh Habib Alwi bin Muhammad Al-Haddad, ulama besar dan wali yang bermukim di Bogor. Diceritakan pada suatu hari seorang habib dari Palembang Habib Ahmad bin Zen bin Syihab dan rekan-rekannya menjenguk Habib Alwi, mengharap berkah dan bahwa tamu-tamunya dari Palembang, dengan spontan Habib Alwi berkata, "Bukankah kalian mengenal Habib Ahmad bin Hamid al-Kaff? Buat apa kalian jauh-jauh datang ke sini, sedangkan di kota kalian ada wali yang maqam kewaliannya tidak berbeda denganku? Saya pernah bertemu dia di dalam mimpi". Tentu saja rombongan dari Palembang tersebut kaget. Maka Habib Alwi menceritakan perihal mimpinya. Suatu hari Habib Alwi berpikir keras bagaimana cara hijrah dari bogor untuk menghindari teror dari aparat penjajah belanda. Beliau kemudian bertawasul kepada Rasulullah SAW, dan malam harinya beliau bermimpi bertemu Rasulullah SAW memohon jalan keluar untuk masalah yang dihadapinya. Yang menarik, di sebelah Rasul duduk seorang laki-laki yang wajahnya Rasulullah SAW pun berkata, "Sesungguhnya semua jalan keluar dari masalahmu ada di tangan cucuku di sebelahku ini". Dialah Habib Ahmad bin Hamid Al-Kaff. Maka Habib Alwi pun menceritakan persoalan yang dihadapinya kepada Habib Ahmad Al-Kaff yang segera mengemukakan pemecahan/jalan keluarnya. Sejak itulah Habib Alwi membanggakan Habib Ahmad para waliyullah yang lain, Habib Ahmad Al-Kaff juga selalu mengamalkan ibadah khusus. Setiap hari misalnya, Mursyid Tariqah Alawiyah tersebut membaca shalawat lebih dari kali. Selain itu menulis kitab tatacara menziarahi guru beliau Habib Ahmad Al-Atthas. Beliau juga mewariskan pesan spiritual berisi empat pertanyaan mengenai ke mana tujuan manusia setelah empat pertanyaan itu bermula ketika Habib Ahmad Al-Kaff diajak oleh salah seorang anggota keluarga untuk menikmati gambus. Seketika itu beliau berkata, "Aku belum hendak bersenang-senang sebelum aku tahu apakah aku akan mengucap kalimat tauhid di akhir hayatku. Apakah aku akan selamat dari siksa kubur, apakah timbangan amalku akan lebih berat dari dosaku, apakah aku akan selamat dari jembatan shiratal mustaqim". Itulah yang dimaksud dengan empat pertanyaan’ yang dipesankannya kepada para murid, keluarga dan keturunannya. Habib Ahmad Al-Kaff wafat di Palembang pada 25 Jumadil akhir 1275H/1955M. Jenazah beliau dimakamkan di Kompleks pemakaman Telaga 60, 14 Hulu Kota Palembang. Beliau meninggalkan lima anak yaitu, Habib Hamid, Habib Abdullah, Habib Burhan, Habib Ali dan Syarifah Khadijah.rhs Habib Ja'far Al-Kaff Kudus. Foto Dok. IstimewaIndonesia kembali kehilangan ulama karismatik usai Habib Ja'far bin Muhammad bin Hamid bin Umar Al-Kaff asal Kudus, Jawa Tengah, tutup usia. Ulama yang akrab disapa Habib Ja'far ini wafat di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat 1/1 karismatik ini memiliki tampilannya cukup khas dengan rambut panjang yang berpeci dan brewoknya saat berdakwah. Kabar duka wafatnya Habib Ja'far disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Madinah, Gunungpati, Semarang, Habib Umar Muthohhar. "Barusan dapat telepon dari adiknya, Bib Ja'far betul meninggal," kata Habib Umar dikutip dari Sabtu 2/1.kumparan merangkum sejumlah hal terkait wafatnya Habib Ja'far, mulai dari pemakaman hingga aktivitas semasa hidup sang habib. Berikut beberapa di antaranyaGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menjemput jenazah Habib Ja'far di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/1. Foto Dok. IstimewaJenazah Habib Ja'far diterbangkan dari Samarinda menuju Semarang untuk kemudian dikebumikan di Kudus. Kedatangan jenazah sang Habib juga disambut oleh Gubernur Jateng Ganjar Habib Ja'far dimakamkan di Kudus. Almarhum dimakamkan di kompleks Pemakaman Muslim Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, di sebelah makam ayah dan datuknya. Habib Ja'far Al-Kaff Kudus. Foto Dok. IstimewaGubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Habib Ja'far. Ganjar merasa sangat kehilangan sosok ulama karismatik asal Kudus Ganjar, Habib Jafar merupakan sosok guru panutan yang sangat baik. Bahkan, Ganjar memiliki banyak kenangan tentang Habib Ja'far."Beliau itu sering mengatakan pada saya, 'pak Gub, saya itu sering mengelilingi rumah njenengan, rumah Kapolda, Pangdam pada pukul dinihari'. Saya tanya, 'lha buat apa Bib?' Beliau jawab, 'ya biar aman saja'," kenang merasakan duka yang amat mendalam, dia meminta agar masyarakat Jawa Tengah tidak datang ke Kudus untuk melayat karena masih pandemi COVID-19."Harapannya karena masih pandemi, sedikit saja masyarakat yang takziah. Mari kita doakan beliau dari rumah masing-masing saja, agar tidak menimbulkan kerumunan. Saya juga minta Pemkab Kudus untuk membantu semua pelaksanaan pemakaman dan tetap menjaga protokol kesehatan," ujar menuju rumah duka Habib Ja'far di Jalan Pangeran Puger, ditutup, Sabtu 2/1. Foto Dok. IstimewaCegah Kerumunan di PemakamanPlt Bupati Kudus Hartopo melarang masyarakat dari luar daerah untuk melihat atau mendatangi proses pemulasaran jenazah Habib Ja'far. "Yang penting nanti pelayat dari luar kota kita antisipasi tidak masuk ke Kudus. Kecuali memang pihak keluarga," kata Hartopo, Sabtu 1/2. Hartopo juga telah berkoordinasi dengan Polres Kudus dan Kodim 0722/Kudus untuk ikut serta mencegah kerumunan massa saat Ja'far doakan Jokowi-Ma'ruf saat Pilpres 2019. Foto ANTARANEWSPernah Doakan Jokowi-Ma'ruf Menang PilpresHabib Ja'far sangat dikenal kalangan masyarakat Jawa Tengah. Semasa hidupnya, Habib Ja'far juga menjalin hubungan baik dengan para tokoh nasional, salah satunya Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin. Habib Ja'far pada 2019 silam pernah mendoakan Jokowi dan Ma'ruf saat mengikuti Pilpres. Doa tersebut terlantun usai sang Habib bertemu dengan Ma'ruf di Gunungpati, Kabupaten Semarang, Selasa, 5 Februari 2019"Semoga memberikan manfaat, berkah, lancar, aman, dan makmur. Semoga Pak Jokowi menang," kata Habib Ja'far, saat itu, dikutip dari Antara, Sabtu 2/1/2021."Pak Jokowi dadekno ping pindo. Negoro aman, makmur, berkah, tentrem, ayem tenan, rukun kabeh Pak Jokowi agar dijadikan untuk kedua kalinya menang. Negara aman, makmur, berkah, tentram, damai sekali, rukun semua," kata Habib Jafar saat berdoa. Iring-iringan rombongan keluarga pengantar jasad Habib Ja'far sudah tiba di Kudus, Sabtu 2/1. Foto Dok. IstimewaProsesi pemulasaran dan pemakaman jenazah ulama karismatik ini terbilang tertib. Tidak ada kerumunan masyarakat dan protokol kesehatan juga dilakukan dengan baik. Pewarta yang hendak meliput juga dilarang ikut dan hanya sampai depan jalan raya saja. Pemkab Kudus pun menutup sejumlah ruas jalan menuju pemakaman dan juga rumah duka. Tampak personel TNI dan Polri juga ikut disiagakan mengamankan keluarga Habib Ja'far Al-kaff, Habib Muhammad Alwi Baaqil, menegaskan tidak ada acara tahlilan untuk umum di rumah duka. "Anjuran pemerintah tahlil untuk keluarga sendiri. Protokol kesehatan semaksimal mungkin kita laksanakan. Saya diminta keluarga untuk membantu, saya berkoordinasi Kapolres bisa bekerja sama dengan baik. Kita pokoknya bersinergi," kata Habib jalan, Habib Ja' video menarik di bawah ini.

habib hamid bin abdullah al kaff